salam

salam

Rabu, 02 Oktober 2013

Jalan Kaki Armina

Pada saat berhaji, jamaah haji Indonesia setidak-tidaknya melalui beberapa kota yang diprogramkan untuk dikunjungi, selain Makkah sebagai tujuan utama. Kota-kota ini wajib di lalui karena beberapa keistimewaan religi ataupun karena urusan embarkasi selain kota Mekkah sebagai tujuan utama. Pada saat musim haji, suasana kota-kota ini menjadi lebih ramai dibanding biasanya karena aktifitas transportasi dan pergerakan jamaah. Bagi kota Mekkah sendiri , saat itu begitu ramainya sehingga lalu lintas menjadi tersendat terutama lalulintas disekitar wilayah Mekkah , meski pada saat bukan musim haji pun lalu lintas sekitar Mekkah relatif lebih ramai dibanding tempat lain.

Suasana ini berlangsung mulai 2 Minggu menjelang Wukuf hingga 2 Minggu setelah wukuf, dan puncaknya terjadi kemacetan lalulintas Mekkah – Armina (Arafah Muzdalifah-Mina) pada H-1 sampai dengan H+3 Hari Wukuf. Kemacetan ini terjadi karena adanya pergerakan jamaah pada saat yang sama guna menuju tempat yang sama. Pada saat puncak kepadatan lalulintas, jarak Mekkah - Arafah yang hanya sekitar 25 Km dapat ditempuh sampai 3-4 jam.   Kondisi semacam ini kadang-kadang membuat beberapa jamaah haji yang masih kuat dan sehat lebih suka menuju Armina dengan berjalan kaki. Bila dari arah masjidil Haram , jamaah haji dapat mengambil arah munuju jalan didepan pintu Marwah melewati terowongan Dahmansyah dan terus berjalan lurus ke arah daerah Mahbas Jin, Aziziah kemudian Mina Muzdalifah dan Arafah.


memang pada saat  pelaksanaan wukuf, jamaah haji yang bermaktab di Aziziah dan sekitarnya cukup beruntung karena jarak mereka  menuju  Arafah  lebih dekat, sehingga bila berkeinginan untuk tidak menggunakan sarana angkutan bus, mereka dapat  berjalan kaki . 


Sedangkan pada saat melempar jumrah dan bermalam di Mina,  maktab jamaah Indonesia dan wilayah Asia pada umumnya berada di seberang bukit yang dihubungkan oleh terowongan Mouassin.

Terowongan  sepanjang kurang lebih 3 Km ini akan memangkas jarak para jamaah haji Indonesia untuk menuju  3 (tiga )

jamarat, tanpa harus melingkari bukit. Keuntungan lain,   para jamaah  dan pulang balik menuju maktab masing-masing,selama syarat-syarat waktu bermalam di Mina dapat dipenuhi

 
Berikut jarak kota-kota yang biasa di lewati oleh jamaah haji Indonesia:
Jarak Air port King Abdul Aziz- Madinah: 425 km.
Jarak Air port King Abdul Aziz – Makkah: 107 km.
Jarak Madinah – Bir Ali: 12 km.
Jarak Madinah – Madinatul Hujjaj (asrama haji Indonesia di Jedah, sementara tidak dipakai): 457 km.
Jarak Madinah – Makkah: 498 km.
Jarak Makkah – Bir Ali: 486 km.
Jarak Makkah – Arafah: 25 km.
Makkah – Mina: 7 km.
Jarak Makkah – Muzdalifah: 12 km.
Jarak Makkah – Madinatul Hujjaj (asrama haji Indonesia di Jeddah): 75 km.
Jarak Arafah – Madinah: 525 km.
Jarak Arafah – Mina: 14 km.
Jarak Arafah – Muzdalifah: 9 km.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar